Minggu, 09 Juni 2013

Tugas Jurnal


ANALISIS METODE PERHITUNGAN
BUNGA PENJUALAN ANGSURAN
PADA PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE

ABSTRAK
Penjualan angsuran adalah penjualan yang dilakukan dengan perjanjian antar penjual dan pembeli, yang biasanya dimulai dengan pembayaran uang muka dan sisanya dibayar secara bertahap atau cicilan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan. Ada 4 macam metode yang digunakan untuk menghitung pendapatan bunga dalam penjualan angsuran, yaitu metode Sisa Harga Kontrak, metode Long End Interest, metode Short End Interest, dan metode Anuitas. Pada metode Sisa Harga Kontrak, jumlah pembayaran untuk setiap bulannya akan menghasilkan jumlah yang sama besar. Pada metode Long End Interest, jumlah pembayaran untuk setiap bulannya akan semakin berkurang dari angsuran bulan yang satu dengan yang lainnya. Metode Short End Interest,  pembayaran untuk setiap bulannya semakin lama akan semakin besar. Sedangkan Metode Bunga Anuitas jumlah pembayaran angsuran setiap periode sama besarnya, dengan pembayaran pokok pinjaman dan bunga angsuran yang berbeda-beda pada setiap bulannya. Dari ke empat metode tersebut, metode yang memberikan pendapatan yang paling besar adalah metode Sisa Harga Kontrak. Dan PT. Adira Dinamika Multi Finance telah menerapkan metode yang tepat dalam perhitungan bunga penjualan angsurannya, yaitu metode Sisa Harga Kontrak dalam.
Kata Kunci : Penjualan Angsuran, Metode Sisa Harga Kontrak, Metode Long End Interest, Metode Short End Interest, dan Metode Annuitas.


PENDAHULUAN

Dengan ketatnya persaingan dunia usaha saat ini dan semakin beragamnya hasil produksi yang diciptakan, membuat semakin meningginya tingkat persaingan antar pelaku dunia usaha untuk memperebutkan pangsa pasar dalam hal memasarkan produknya. Perusahaan berusaha untuk mengembangkan usahanya agar mendapatkan laba yang lebih besar,salah satunya dengan meningkatkan penjualan.
Banyak perusahaan saling berlomba-lomba untuk menarik minat konsumen untuk membeli produk yag mereka tawarkan. Sementara itu ditengah perekonomian yang kurang baik mengakibatkan rendahnya daya beli konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan tersebut secara tunai. Dengan permasalahan seperti ini, maka alternatif yang harus diciptakan adalah dengan melakukan penjualan angsuran.
Dengan adanya penjualan angsuran ini dapat memberikan kemudahan ataupun keuntungan bagi konsumen dan perusahaan. Namun, selain memiliki keuntungan, penjualan angsuran juga memiliki resiko, yaitu resiko kerugian tak tertaginya piutang. Untuk mengatasi resiko tersebut, maka perusahaan harus menentukan suatu metode perhitungan bunga penjualan angsuran yang tepat agar perusahaan dapat memperoleh laba yang optimum dan tidak merugikan konsumennya.

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi Penjualan Angsuran
Menurut Hadori Yunus dan Harnanto (2009;109), penjualan angsuran adalah penjualan yang dilakukan dengan perjanjian dimana pembayarannya dilaksanakan secara bertahap, yaitu pada saat barang – barang diserahkan kapada pembeli, penjual menerima pembayaran pertama sebagian dari harga penjualan (diberikan down payment) dan sisanya dibayar dalam beberapa kali.
            Menurut Utoyo Widayat dan Sugito Wibowo (2006;70), penjualan angsuran adalah penjualan barang yang dilaksanakan dengan perjanjian dimana pembayaran dilakukan secara bertahap atau berangsur.
Menurut F. Zebua (2009;71), penjualan angsuran adaalah penyerahan produk milik penjual kepada pembeli dengan menerima pembayaran uang muka dan sisanya diangsur sesuai yang diperjanjikan.
Dari ketiga definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa penjualan angsuran adalah penjualan yang dilakukan dengan perjanjian antara penjual dan pembeli, yang biasanya dimulai dengan pembayaran uang muka dan sisanya dibayar secara bertahap atau cicilan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan.
Karakteristik Penjualan Angsuran
                        Penjualan angsuran yang pembayaran dilakukan dalam beberapa angsuran periodik selama jangka waktu tertentu . Periode pembayaran berkisar antara 6 bulan 5 tahun untuk penjualan barang-barang bergerak seperti kendaraan bermotor, perabotan rumah-tangga dan berkisar s/d 30 tahun atau lebih, untuk penjualan barang-barang tidak bergerak, seperti tanah, bangunan.
                        Untuk mengurangi resiko kerugian yang dapat terjadi, biasanya penjualan angsuran ditentukan  sebagai berikut :
a.       Pada saat perjanjian penjualan angsuran disetujui, pembeli harus membayar suatu jumlah tertentu yang merupakan uang muka (down payment) dan sisa harga jual dibayar secara angsuran.
b.      Kepada pembeli dibebankan bunga yang biasanya sudah dimasukkan dalam perhitungan total pembayaran angsuran .
c.       Hak milik atas barang tetap berada ditangan penjual sampai seluruh atau sebagian dan harga jual telah dibayar.
d.      Dalam hal pembeli tidak mampu melunasi semua kewajibannya , penjual berhak untuk menarik kembali barang yang telah dijual tersebut.
            Menurut F. Zebua (2009;71), untuk melindungi penjual terhadap kemungkinan resiko kerugian angsuran, berbagai alat dikembangkan. Jaminan berupa surat-surat pemilikan asset tetap seperti: pledge, assignment, chattel mortgage, chattel trust, trust deed, factor’s lien atau lainnya harus diserahkan ke dalam kekuasaan penjual. Apabila terjadi contract default oleh pembeli, misalnya jika pada suatu titik waktu pembeli tidak mampu membayar angsuran hutangnya, maka pilihan terakhir adalah reposesi.
Pengakuan Laba Kotor Pada Penjualan Angsuran
            Menurut Hadori Yunus dan Harnanto (2009;110), pada umumnya pengakuan laba kotor dalam transaksi penjualan angsuran ada 2 (dua) cara, yaitu :
a.       Laba kotor diakui untuk periode dimana penjualan dilakukan
b.      Laba kotor dapat dihubungkan dengan periode-periode terjadinya realisasi penerimaan kas
Menurut  F. Zebua (2009;71), ada 2 pendekatan pengakuan laba kotor penjualan angsuran, yaitu :
a.       Pada saat terjadi penjualan
b.      Pada saat uang diterima
Faktor Penyebab Perbedaan Harga Antara Penjualan Tunai Dengan Penjualan Angsuran
                        Pada dasarnya diitempuhnya suatu penjualan angsuran adalah karena terlihatnya perbedaan yang cukup jelas antara penjualan tunai dengan penjualan angsuran, hal ini dapat dilihat jelas pada harga jualnya. Menurut Hadori Yunus dan Harnanto (2009;109-110), perbedaan antara harga penjualan tunai dengan harga penjualan angsuran ini dilatar belakangi oleh beberapa faktor berikut :
a.       Resiko
Kontrak penjualan angsuran menawarkan persetujuan kredit yang longgar mampu menarik banyak konsumen. Namun disamping itu dengan periode pembayaran yang relatif panjang, kemampuan membayar konsumen bisa saja berubah, itulah sebabnya perlu dilakukan perjanjian terlebih dahulu khususnya untuk penjualan terhadap barang-barang yang tidak bergerak.
b.      Bunga / Interest
Adanya perbedaan waktu antara saat penyerahan uang atau barang dan jasa dengan pembayaran berkala yang secara prinsip ekonomi harus dikenakan bunga atau interest. Biasanya bunga terakhir sudah dimasukkan dalam perhitungan total pembayaran angsuran  atas harga menurut kontrak.
Masalah Bunga pada Penjualan Angsuran
                        Di dalam perjanjian penjualan angsuran biasanya si penjual disamping memperhitungkan laba juga memperhitungkann beban bunga terhadap jumlah harga dalam kontrak yang belum dibiayai oleh pembeli. Bunga adalah sejumlah uang yang dibayarkan sebagai kompensasi terhadap apa yang dapat diperoleh dari penggunaan uang tersebut. Perbedaan bunga dengan laba antara lain bunga merupakan pendapatan yang diakui oleh perusahaan sedangkan laba adalah uang yang diakui dari pendapatan setelah dikurangi biaya-biaya untuk operasional perusahaan.
            Beban bunga biasanya dibayar bersama-sama degan pembayaran angsuran atas harga menurut kontrak. Kebijaksanaan pembayaran bunga secara periodik pada umumnya dilakukan dalam bentuk metode sisa harga kontrak, Long End Interest, Short Ed Interest, dan Annnuitet.
Piutang pada Penjualan Angsuran
            Menurut Rusdi Akbar (2004;199), pengertian piutang meliputi semua hak atau klaim perusahaan pada organisasi lain untuk menerima sejumlah kas, barang, atau jasa di masa yang akan datang sebagai akibat kejadian pada masa yang lalu.
            Menurut Warren Reeve dan Fess (2008;404), piutang meliputi semua klaim dalam bentuk uang terhadap pihak lainnya, termasuk individu, perusahaan atau organisasi lainnya.
Dari beberapa definisi yang telah diungkapkan diatas,dapat             disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan piutang adalah semua hak atas tagihan kepada pihak lain dalam bentuk uang atau barang yang timbul dari adanya penjualan secara kredit.
Rincian dari Alat Analisis
Tgkt Bunga = (Angs.per bulan x Jk. wkt angs + DP) – Harga Tunai
                                                      Harga Tunai - DP
 
Rumus yang digunakan untuk mencari tingkat bunga adalah sebagai berikut :


 


Di dalam perhitungan bunga terdapat beberapa metode. Metode-metode yang biasanya digunakan adalah
  1. Metode Sisa Harga Kontrak
Pada metode ini bunga selama masa pembayaran angsuran dihitung dari harga kontrak awal setelah diperhitungkan dengan uang muka, dengan demikian bunga yang dibebankan untuk setiap periode sama besarnya.
Bunga  = Tingkat bunga x Periode Pembayaran x Sisa Harga Kontrak
                                          Jk. Wkt. Pembayaran

 
Perhitungannya:


 


  1. Metode Bunga Jangka Panjang (Long End Interest)
Pada metode ini bunga dihitung berdasarkan saldo pokok pinjaman yang belum dilunasi selama jangka waktu angsuran. Untuk menentukan perhitungan bunga dipakai saldo pokok piutang pada setiap awal periode angsuran yang bersangkutan, sehingga jumlahnya akan semakin berkurang dari angsuran bulan yang satu dengan yang lainnya, sesuai dengan semakin kecilnya saldo pinjaman penjualan angsuran tersebut.
Bunga  =Tgkt.bunga x Periode Pembayaran x S.H.K. Bln Sbelumnya
                                       Jk. Wkt. Pembayaran

 
Perhitungannya:


 


  1. Metode Bunga Jangka Pendek (Short End Interest)
Pada metode ini bunga dihitung berdasarkan akumulasi pembayaran angsuran yang telah jatuh tempo (tidak termasuk uang muka) yang dihitung sejak pembayaran angsuran pertama sampai dengan pembayaran angsuran paling akhir. Dengan demikian bunga yang dibebankan semakin lama akan semakin besar, sesuai dengan semakin besarnya akumulasi pembayaran angsuran setiap periode.
Perhitungannya:


 


                                         
4.      Metode Anuitas
Pada metode ini jumlah pembayaran angsuran setiap periode sama besarnya, dan di dalam setiap pembayaran angsuran mengandung unsur pembayaran pokok pinjaman dan bunga angsuran. Dalam metode ini sebelum melakukan perhitungan, harus dicari terlebih dahulu faktor anuitasnya.
Anuitas  = 1- (1 / ( 1 + i)n
i



 
Perhitungannya:


 

                                    IIi
Jumlah pembayaran angsuran  =  Sisa harga kontrak
         Faktor anuitas


 
setelah diketahui faktor anuitasnya, maka jumlah pembayaran angsurannya adalah :


 


Metode Penelitian

Penulis akan meneliti PT. Adira Dinamika Multi Finance yang bergerak dibidang pembiayaan konsumen untuk segala jenis otomotif yang beralamat di Ruko Kokan Permata Kelapa Gading Blok F3A No. 5-7, Jl. Raya Bukit Gading Boulevard, Jakarta Utara. Data yang digunakan pada PT. Adira Dinamika Multi Finance yaitu data pelanggan yang membeli salah satu mobil Swift tipe ST 1.5 A/T, pada bulan Januari tahun 2012. Data tersebut meliputi perhitungan bunga pada penjualan angsuran dengan harga jualnya, uang muka, jangka waktu angsuran dan besarnya.bunga angsuran.
Alat Analisis yang digunakan
Dalam mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan, alat analisis yang digunakan oleh penulis adalah sebagai berikut:
  1. Alat Analisis Deskriptif
Dalam penulisan ilmiah ini penulis mendeskripsikan masalah dengan cara melalui penggunaan tabel data pelanggan dan tabel perhitungan dengan metode sisa harga kontrak, long end interest, short end interest dan annuitet.
b.      Analisis Kuantitatif
Dalam penulisan ini penulis mendeskripsikan masalah dengan melakukan perhitungan bunga penjualan angsuran dengan metode sisa harga kontrak, long end interest, short end interest dan annuitet

PEMBAHASAN
Data Penjualan Dengan Periode Angsuran Selama 11 Bulan


Nama               : Rosimah
Alamat                        : Jl. Pulo Mas VIII no. 34B RT 003 / 011 Jakarta Timur
Jenis Mobil      : Swift ST 1.5 A/T tahun 2012
Harga Jual       : Rp 184.500.000,-
Uang Muka     : Rp   51.110.000,-
Angsuran / Bulan : Rp   13.555.000,-
Bunga / Tahun : 11,78124297 %
Lama Angsuran : 11 Bulan

 
 









Perhitungan tingkat bunga perusahaan pertahun:
Tingkat bunga = (Angsuran / Bulan x Jk.Waktu angsuran + DP) – Harga Tunai
                                                            Harga Tunai – DP
                        = {(Rp. 13.555.000 x 11) + Rp. 51.110.000} – Rp. 184.500.000
                                                     Rp. 184.500.000 – Rp. 51.110.000
                        = Rp. 15.715.000  x 100%
                           Rp. 133.390.000
= 11,78124297 %

Nama                           : Ika Irviana
Alamat                                    : Jl. Kp. Jembatan No. 50 RT/RW : 009/014
                                      Cakung, Jakarta Timur 
Jenis / Type Mobil       : Swift ST 1.5 A/T tahun 2012
Harga Jual                   : Rp 184.500.000,-
Uang Muka                 : Rp   45.140.000,-
Angsuran / Bulan        : Rp.    7.481.000,-
Bunga / Tahun             : 23,46656142 %
Lama Angsuran           : 23 Bulan

 
Data Penjualan Dengan Periode Angsuran Selama 23 Bulan









Perhitungan tingkat bunga perusahaan pertahun:
Tingkat bunga = (Angsuran / Bulan x Jk.Waktu angsuran + DP) – Harga Tunai
                                                            Harga Tunai – DP
                        = {(Rp. 7.481.000 x 23) + Rp. 45.140.000} – Rp. 184.500.000
                                                     Rp. 184.500.000 – Rp. 45.140.000
                        = Rp. 32.703.000   x 100%
                           Rp. 139.360.000
= 23,46656142 %
Perhitungan Bunga Penjualan Angsuran dengan Metode yang  Digunakan Oleh Perusahaan / Metode Sisa Harga Kontrak.
Pada metode ini bunga selama masa pembayaran angsuran dihitung dari harga kontrak awal setelah diperhitungkan dengan uang muka, dengan demikian bunga yang dibebankan untuk setiap periode sama besarnya.
a.      Periode Angsuran Selama 11 Bulan
Perhitungannya adalah:
Harga Jual…………………………………………..             Rp. 184.500.000
Uang Muka…………………………………………             Rp.   51.110.000 -
Sisa Harga Kontrak….……………………………..              Rp. 133.390.000
Jadi, angsuran pokok setiap kali angsuran = Rp. 133.390.000 : 11
                                                                    = Rp.   12.126.363,64
Bunga untuk setiap bulan pembayaran:
= Tingkat Bunga x Periode Pembayaran x Sisa Harga Kontrak
                               Jk. Waktu Angsuran
= 11,78124297 % x   1    x  Rp. 133.390.000= Rp. 1.428.636,363
                                 11
Jumlah pembayaran yang diterima oleh perusahaan setiap bulan:
= Angsuran Pokok per Bulan + Bunga per Bulan
= Rp. 12.126.363,64 + Rp. 1.428.636,363
= Rp. 13.555.000
b.      Periode Angsuran Selama 23 Bulan
Perhitungannya adalah:
Harga Jual…………………………………………..             Rp. 184.500.000
Uang Muka…………………………………………             Rp.   45.140.000 -
Sisa Harga Kontrak ………………………….…….              Rp. 139.360.000
Jadi, angsuran pokok setiap kali angsuran = Rp. 139.360.000 : 23
                                                                    = Rp.     6.059.130,435
Bunga  untuk setiap bulan pembayaran:
= Tingkat Bunga x Periode Pembayaran x Sisa Harga Kontrak
                               Jk. Waktu Angsuran
= 23,46656142 % x   1    x  Rp. 139.360.000= Rp. 1.421.869,56
                                 23
Jumlah pembayaran yang diterima oleh perusahaan setiap bulan:
= Angsuran Pokok per Bulan + Bunga per Bulan
= Rp. 6.059.130,435 + Rp. 1.421.869,56
= Rp. 7.480.999,995 ≈  7.481.000

Perhitungan Bunga Penjualan Angsuran dengan Menggunakan    Metode Long End Interest
            Pada metode ini bunga yang diterima pada tiap kali angsuran dihitung dari saldo pokok pinjaman awal periode tersebut. Bunga yang diterima pada tiap kali angsuran semakin lama semakin kecil sesuai dengan semakin kecilnya saldo pinjaman penjualan angsuran tersebut.
a.      Periode Angsuran Selama 11 Bulan
Perhitungannya:
Harga Jual…………………………………………..             Rp. 184.500.000
Uang Muka…………………………………………             Rp.   51.110.000 -
Sisa Harga Kontrak …………………………..…….             Rp. 133.390.000
Jadi, angsuran pokok setiap kali angsuran = Rp. 133.390.000 : 11 bulan
                                                                    = Rp.   12.126.363,64
Bunga untuk setiap bulan pembayaran:
= Tingkat Bunga x Periode Pembayaran x S.H.K Periode Sebelumnya
                               Jk. Waktu Angsuran
Perhitungan bunga untuk bulan Februari 2012 :
= 11,78124297 %   x   1    x  Rp. 133.390.000 = Rp. 1.428.636,36
                                  11

Perhitungan bunga untuk bulan Maret 2012 :
= 11,78124297 % x    1    x   Rp. 121.263.636,36 = Rp. 1.298.760,33
                                     11
Perhitungan bunga untuk bulan April 2012 :
= 11,78124297 %  x   1    x  Rp. 109.137.272,73 = Rp. 1.168.884,30
                                 11
b.      Periode Angsuran Selama 23 Bulan
Perhitungannya:
Harga Jual…………………………………………..             Rp. 184.500.000
Uang Muka…………………………………………             Rp.   45.140.000 -
Angsuran Pokok…………………………………….                        Rp. 139.360.000
Angsuran Pokok per bulan = Rp. 139.360.000 : 23 bulan
                                            = Rp.    6.059.130,43
Bunga untuk setiap bulan pembayaran:
= Tingkat Bunga x Periode Pembayaran x Sisa Harga Kontrak
                               Jk. Waktu Angsuran
Perhitungan bunga untuk bulan Februari 2012 :
= 23,46656142 %   x   1    x  Rp. 139.360.000 = Rp. 1.421.869,56
                                  23
Perhitungan bunga untuk bulan Maret 2012 :
= 23,46656142 % x    1    x   Rp. 133.300.869,57 = Rp. 1.360.049,15
                                   23
Perhitungan bunga untuk bulan April 2012 :
= 23,46656142 %  x   1    x  Rp. 127.241.739,13 = Rp. 1.298.228,73
                                   23

Perhitungan Bunga Penjualan Angsuran dengan Menggunakan  Metode Short End Interest
Pada metode ini bunga dihitung dari akumulasi pembayaran angsuran yang telah jatuh tempo (tidak termasuk uang muka). Dengan demikian bunga yang dibebankan semakin lama akan semakin besar, seiring dengan semakin besarnya akumulasi pembayaran angsuran setiap bulan / periode.
a.      Periode Angsuran Selama 11 Bulan
Perhitungannya:                                                                                                         
Harga Jual…………………………………………..             Rp. 184.500.000
Uang Muka…………………………………………             Rp.    51.110.000 -
Sisa Harga Kontrak…………………………………             Rp.  133.390.000
Angsuran Pokok per bulan = Rp. 133.390.000 : 11 bulan
                                            = Rp.    12.126.363,64
Bunga untuk setiap bulan pembayaran:
= Tingkat Bunga x Periode Pembayaran ke-n x akumulasi pokok piutang
                               Jk. Waktu Angsuran
Perhitungan bunga untuk bulan Februari 2012 :
= 11,78124297 %  x   1    x  Rp. 12.126.363,64 = Rp. 129.876,03
                                 11
Perhitungan bunga untuk bulanMaret 2012 :
= 11,78124297 % x    2   x   Rp. 12.126.363,64 = Rp. 259.752,07
                                   11
Perhitungan bunga untuk bulan April 2012 :
= 11,78124297 %  x   3    x  Rp. 12.126.363,64 = Rp. 389.628,10
                                  11




b.      Periode Angsuran Selama 23 Bulan
Perhitungannya:                                                                                                         
Harga Jual…………………………………………..             Rp. 184.500.000
Uang Muka…………………………………………             Rp.   45.140.000 -
Angsuran Pokok…………………………………….                        Rp. 139.360.000
Angsuran Pokok per bulan= Rp. 139.360.000 : 23 bulan
                                           = Rp.     6.059.130,43
Bunga untuk setiap bulan pembayaran:
= Tingkat Bunga x Periode Pembayaran ke-n x angsuran pokok
                                   Jk. Waktu Angsuran
Perhitungan bunga untuk bulan Februari 2012 :
= 23,46656142 %  x   1    x  Rp. 6.059.130,43 = Rp. 61.820,42
                                  23
Perhitungan bunga untuk bulanMaret 2012 :
= 23,46656142 % x    2    x   Rp. 6.059.130,43 = Rp. 123.640,83
                                   23
Perhitungan bunga untuk bulan April 2012 :
= 23,46656142 %  x   3    x  Rp. 6.059.130,43 = Rp. 185.461,25
                      23

Perhitungan Bunga Penjualan Angsuran dengan Menggunakan   Metode Anuitas
Pada metode ini jumlah pembayaran angsuran setiap periode sama besarnya, dan di dalam setiap pembayaran angsuran mengandung unsur pembayaran pokok pinjaman dan bunga angsuran. Dalam metode ini sebelum melakukan perhitungan, harus dicari terlebih dahulu faktor anuitasnya.



a.      Periode Angsuran Selama 11 Bulan
Perhitungannya:         
A         =          1 - 1 / (1 + i) n
                                    i
            =          1 – 1 / (1 + 0,01071022) 11
                                    0,01071022
            =          1 – 1 / 1,124328525
                                0,01071022
            =          1 – 0,889419753
                            0,01071022
=          0,110580246
                         0,01071022
=          10,32474087
keterangan :
i (bunga per bulan) = besarnya bunga : lama angsuran
                               = 11,78124297 % : 11 bulan
                               = 0,01071022
n (lamanya angsuran) = 11 bulan
Jumlah Pembayaran Angsuran =   Sisa Harga Kontrak
                                                            Faktor Anuitas                                               
                                                = 133.390.000   = 12.919.452,57 ≈ 12.919.500
                                                   10,32474087
Bunga bulan Februari 2012
= 1,071022 % x Rp. 133.390.000 = Rp. 1.428.636,36
Bunga bulan Maret 2012
= 1,071022 % x Rp. 121.899.183,79 = Rp. 1.305.567,18

b.      Periode Angsuran Selama 23 Bulan
Perhitungannya:         
A         =          1 - 1 / (1 + i) n
                                    i
            =          1 – 1 / (1 + 0,010202853) 23
                                    0,010202853
            =          1 – 1 / 1,262983237
                             0,010202853
            =          1 – 0,791776146
                          0,010202853
=          0,208223853
                        0,010202853
=          20,40839494
keterangan :
i (bunga per bulan) = besarnya bunga : lama angsuran
                               = 23,46656142 % : 23
                               = 0,010202853
n (lamanya angsuran) = 23 bulan
Jumlah Pembayaran Angsuran =   Sisa Harga Kontrak
                                                            Faktor Anuitas                                                           
                                                 = 139.360.000   
                                                   20,40839539
                                                 = 6.828.562,33 ≈ 6.828.600
Bunga bulan Februari 2012
= 1,0202853% x Rp. 139.360.000,00 = Rp. 1.421.869,56
Bunga bulan Maret 2012
= 1,0202853% x Rp. 132.531.437,67 = Rp. 1.352.198,75
Rangkuman Hasil Penelitian

Rangkuman Hasil Penelitian
Periode Angsuran 11 Bulan (dalam Rupiah)
Keterangan
Angsuran Pokok
Pendapatan Bunga
Jumlah Pembayaran
Metode Sisa Harga Kontrak
184.500.000,00
15.715.000,00
200.215.000,00
Metode Long End Interest
184.500.000,00
8.571.818,18
193.071.818,18
Metode Short End Interest
184.500.000,00
8.571.818,18
193.071.818,18
Metode Annuitet
184.499.998,64
8.723.979,67
193.223.978,30

Rangkuman Hasil Penelitian
Periode Angsuran 23 Bulan (dalam Rupiah)
Keterangan
Angsuran
Pokok
Pendapatan Bunga
Jumlah Pembayaran
Metode Sisa Harga Kontrak
184.500.000,00
32.702.999,99
217.203.000,00
Metode Long End Interest
184.500.000,00
17.062.434,78
201.562.434,78
Metode Short End Interest
184.500.000,00
17.062.434,78
201.562.434,78
Metode Annuitet
184,499,996.16
17,696,937.45
202,196,933.62







PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan pada tabel pembahasan di Bab 4,  maka penulis dapat menyimpulkan :
·         Dari hasil perhitungan bunga penjualan angsuran dengan ke empat metode yang dibahas oleh penulis, maka dapat diketahui perbandingan laba penjualan angsurannya, yaitu dengan menggunakan metode sisa harga kontrak untuk periode pembayaran 11 bulan akan diperoleh pendapatan bunga sebesar Rp 15.715.000,00 dengan total penerimaan sebesar
Rp 200.215.000,00 dan untuk periode pembayaran 23 bulan akan diperoleh pendapatan bunga sebesar Rp 32.702.999,99 dengan total penerimaan sebesar Rp 217.203.000,00. Dengan  menggunakan metode Long End Interst dan Short End Interest untuk periode pembayaran 11 bulan maka akan diperoleh pendapatan bunga sebesar Rp 8.571.818,18 dengan total penerimaan sebesar Rp 193.071.818,18 dan untuk periode pembayaran 23 bulan akan diperoleh pendapatan bunga sebesar
Rp 17.062.434,78 dengan total penerimaan sebesar Rp 201.562.434,78. Dengan menggunakan metode Annuitas untuk periode pembayaran 11 bulan maka akan diperoleh pendapatan bunga sebesar Rp 8.723.979,67 dengan total penerimaan sebesar Rp 193.223.978,30 dan untuk periode pembayaran 23 bulan akan diperoleh pendapatan bunga sebesar Rp 17,696,937.45 dengan total penerimaan sebesar Rp 202.196.933,6.
·         Dari ke empat metode yang telah dibahas oleh penulis, maka dapat diketahui bahwa metode yang dapat menghasilkan laba yang paling besar bagi perusahaan adalah metode Sisa Harga Kontrak dan PT. Adira telah menerapkan metode tersebut dalam perusahaannya.


5.2.SARAN
Sebaiknya PT. Adira Dinamika Multi Finance tetap menggunakan metode Sisa Harga Kontrak untuk menghitung besarnya bunga dalam penjualan angsurannya dan  PT. Adira Dinamika Multi Finance diharapkan dapat meningkatkan jumlah penjualannya, karena semakin banyak produk yang terjual, maka semakin besar pula laba yang didapatkan oleh perusahaan..





DAFTAR PUSTAKA

Dewi Ratnaningsih. 1996. Akuntansi Keuangan Lanjut. Yogyakarta : Universitas Atmajaya
F. Zebua. 2009. Akuntansi Keuangan Lanjutan (Edisi 2). Jakarta : Mitra Wacana Media
Hadori Yunus dan Harnanto. 2009. Akuntansi Keuangan Lanjut. Yogyakarta : BPFE
L. Suparwoto. 2004. Akuntansi Keuangan Lanjutan. Yogyakarta : BPFE
Rusdi Akbar. 2004. Pengantar Akuntansi. Yogyakarta : BPFE
Utoyo Widayat dan Sugito Wibowo. 2006. Akuntansi Penjualan Angsuran dan Knsinyasi. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI
Warren Reeve dan Fees. 2005. Pengantar Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat






Tidak ada komentar:

Posting Komentar